Manajemen Perubahan

Tidak ada komentar 264 views

Manajemen Perubahan bertujuan untuk mengubah secara sistematis dan konsisten mekanisme kerja, pola pikir (mindset), serta budaya kerja (culture set) individu pada Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi yang dibangun, menjadi lebih baik sesuai dengan tujuan dan sasaran dari pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM.
Adapun target yang ingin dicapai dari Komponen Pengungkit Manajemen Perubahan ini yaitu :

  • A. Meningkatnya komitmen seluruh jajaran pimpinan dan pegawai pada Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi dalam membangun Zona Integritas menuju WBK/ WBBM;
  • B. Terjadinya perubahan pola pikir dan budaya kerja pada satuan kerja Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi ;
  • C. Menurunnya resiko kegagalan yang disebabkan kemungkinan timbulnya resistensi terhadap perubahan.

Atas dasar tersebut, maka terdapat beberapa indikator yang telah dilakukan untuk menerapkan Manajemen Perubahan, yaitu:

A. Pembentukan Tim Kerja.

Tim Kerja adalah tim yang dibentuk untuk melaksanakan proses perubahan melalui program perubahan, kegiatan serta inovasi dan menjadi agent of change (agen perubahan) demi mewujudkan 6 (enam) komponen pengungkit demi terciptanya Zona Integritas menuju WBK/ WBBM.
Pembentukan Tim Kerja ini dilakukan dengan melalui proses tahapan sebagai berikut :

  • A1. Membuat undangan pembentukan Tim Kerja.
  • A2. Melaksanakan rapat pembentukan Tim Kerja.
  • A3. Penentuan anggota Tim Kerja Zona Integritas menuju WBK/WBBM harus memiliki kompetensi, memahami tugas pokok dan fungsi, berdedikasi, tidak bermasalah, tidak pernah melakukan tindak pidana serta pelanggaran kode etik dan disiplin;

Suasana rapat pembentukan Tim Kerja Zona Integritas

Capture SK Tim Kerja Zona Integritas Kejari Kuantan Singingi

B. Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju WBK/WBBM.

Dokumen rencana Pembangunan Zona Integritas adalah Program, Kegiatan dan Inovasi yang akan dilaksanakan dalam melakukan perubahan yang berisi tentang target, waktu dan hasil yang ingin dicapai.
Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM ini dilakukan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • B1.Tim Kerja yang telah dibentuk menyusun Dokumen Rencana Pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM.
  • B2.Dokumen Rencana Pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM yang dibuat oleh Tim Kerja harus memuat target-target yang relevan dengan tujuan pembangunan Zona Integritas yaitu mewujudkan Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi yang bebas dari korupsi serta mewujudkan birokrasi bersih dan melayani.
  • B3.Terdapat mekanisme atau media untuk mensosialisasikan pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM
Dokumen Rencana Kerja Pembangunan ZI di Kejari

C. Pemantauan dan Evaluasi Pembangunan Zona Integritas menuju WBK/ WBBM.

Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju WBK/ WBBM, kegiatan pemantauan/ monitoring dan evaluasi dilaksanakan secara kontinyu, dalam rangka pencapaian target pembangunan Zona Integritas (ZI), pada tiap-tiap komponen melalui:

C1. Melakukan evaluasi apakah kegiatan Pembangunan Zona Integritas (ZI) sudah dilaksanakan sesuai dengan rencanaPelaksanaan kegiatan harus melibatkan seluruh anggota Tim.

  • Membuat laporan hasil pelaksanaan masing-masing rencana aksi yang telah dilaksanakan.
  • Membuat dokumentasi berupa foto-foto kegiatan.

C2. Monitoring dan evaluasi terhadap pembangunan Zona Integritas secara berkala dengan tahapan :

  • Melaksanakan rapat monitoring dan evaluasi secara bulanan
  • Membuat laporan hasil monitoring dan evaluasi bulanan

C3. Tindaklanjut hasil monitoring dan evaluasi

Tim Kerja menyusun laporan tindak lanjut atas laporan monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini dilengkapi dengan data dukung berupa dokumen hasil monitoring dan evaluasi serta rekomendasi yang telah ditindaklanjuti.

D. Perubahan Pola Pikir dan Budaya Kerja.
Perubahan Pola Pikir dan Budaya Kerja dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut :

1) Pimpinan berperan sebagai role model dalam pelaksanaan pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM, dengan indikator sebagai berikut:

  • Keteladanan yang ditunjukkan oleh pimpinan akan menjadi panutan bagi bawahannya.
  • Keteladanan mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan pribadi seseorang;
  • Keteladanan akan sangat cepat merubah pola pikir bawahan.
Kepala Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi sebagai Role Model Pembangunan Zona Integritas di Kejari Kuantan Singingi

2) Agen Perubahan telah ditetapkan, dengan indikator sebagai berikut ;

  • Melaksanakan rapat penetapan agen perubahan.
  • Penentuan agen perubahan harus memenuhi kriteria memiliki kompetensi, berdedikasi, tidak pernah melakukan pelanggaran kode etik dan perilaku.

3) Budaya kerja dan pola pikir telah dibangun di lingkungan organisasi dan Anggota organisasi terlibat dalam pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM. Adapun indikatornya yaitu:

  • Menerapkan budaya kerja sebagaimana tertuang dalam kode etik dan perilaku
  • Memberikan reward and punishment
  • Membuat laporan kegiatan pembangunan budaya kerja dan pola pikir.

4) Keterlibatan semua unsur pegawai pada Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi untuk melakukan perubahan menuju Zona Integritas untuk mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi dan Birokrasi Bersih dan Melayani.
Untuk membangun budaya kerja yang akuntabel, maka Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi telah berkomitmen bekerja dengan moto “PROGRESIF”, yaitu Profesional, Integritas, Responsif dan Inovatif.

Budaya kerja dengan berpegang pada 7 tertib kantor telah didukung pula dengan inovasi berupa penerapan aplikasi E-IJIN dan absensi elektronik.

Aplikasi E-Ijin
Absensi Elektronik

Selain itu, Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi juga telah membangun “TAMAN INTEGRITAS”, yang dapat memberikan edukasi kepada pegawai supaya menjadi pribadi yang jujur dan berintegritas.

Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi saat ini telah menerapkan standar pelayanan publik dengan membangun :

Akses untuk penyandang disabilitas

Ruang Bermain Anak.

  • Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Musholla dan Poliklinik

Perpustakaan

Ruang Rapat TP4D

Ruang Pelayanan Hukum dan Ruang Konsultasi

Ruang Diversi

Ruang Tunggu Tamu Yang Nyaman (Free Charging dan Self Service)

Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul

Lady Parking dan Ruang Merokok

Ruang Pemeriksaan Pidsus Yang Dilengkapi CCTV

Neon Box Layanan dan Penunjuk Arah

Loket dan Drive Thru Tilang

E-Buku Tamu dan Survey Pelayanan Publik

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Manajemen Perubahan"